MATERI AKHLAQ (Bagian 1)
Pendidikan Akhlak dalam Ta’lim al-Muta’allim
Oleh : Abdul Qohar
Bacalah sampai selesai baru setelah itu isilah komentar.
Kitab Ta’lim al-Muta’allim, merupakan sebuah kitab panduan pembelajaran (belajar dan mengajar) terutama bagi para murid, berisi muqaddimah dan mempunyai 13 fasl (bagian) Dalam muqaddimahnya, Az-Zarnuji mengatakan bahwa pada zamannya, banyak sekali para penuntut ilmu atau murid yang tekun belajar akan tetapi tidak mampu untuk memetik manfaat dari ilmu tersebut . Menurutnya hal ini terjadi karena peserta didik sudah meninggalkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap penuntut ilmu.
Adapun didalamnya terdapat beberapa konsep pendidikan yang sangat erat kaitannya dengan pendidikan sebagai transfer nilai dan bukan hanya merupakan transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan. Diantara konsep transfer nilai tersebut adalah sebagai berikut:
Akhlak Merupakan Sarana Utama Dalam Pendidikan
Menurut Az-Zarnuji pendidikan akhlak adalah menanamkan akhlak mulia serta manjauhkan dari akhlak yang tercela dan mengetahui gerak gerik hati yang dibutuhkan dalam setiap keadaan, ini wajib diketahui seperti tawakkal, al-inabah, taqwa, ridha, dan lain-lain. Akhlak adalah sifat-sifat manusia untuk bermu’amalah dengan orang lain.
Az-Zarnuji juga berpendapat bahwa ilmu itu memuliakan pemiliknya, karena ilmu adalah perantara kebaikan dan ketaqwaan untuk mengangkat derajat disamping penciptanya dan kebahagiaan yang abadi, ilmu sebagai perantara untuk mengetahui sifat-sifat manusia seperti: takabbur, tawadhu, lemah lembut, ‘iffah, isrof (berlebih-lebihan), bakhil (pelit), jubn (pengecut), maka dengan ilmu tersebut manusia akan bisa membedakan mana yang mulia dan mana yang tercela.
Kemudian belajar menurut Az-Zarnuji adalah bernilai ibadah, dan dapat mengantarkan seseorang untuk memperoleh kebahagiaan duniawi dan sejalan dengan konsep pemikiran para ahli pendidikan, yaitu menekankan bahwa proses belajar mengajar diharapkan mampu menghasilkan ilmu yang berupa kemampuan pada tiga ranah, yang mana menjadi tujuan pendidikan atau pembelajaran, baik ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dan ukhrawi menekankan agar belajar adalah proses untuk mendapatkan ilmu, hendaknya diniati untuk beribadah. Artinya, belajar sebagai manifestasi perwujudan rasa syukur manusia sebagai seorang hamba kepada Allah Swt. yang telah mengaruniakan kepada kita akal.
Lebih dari itu, hasil dari proses belajar mengajar yang berupa ilmu (kemampuan dalam tiga ranah tersebut), hendaknya dapat diamalkan manusia, karena buah ilmu adalah amal. Pengamalan serta permanfaatan ilmu hendaknya selalu dalam koridor keridhaan Allah Swt. yakni untuk mengembangkan serta melestarikan agama Islam dan menghilangkan kejahilan, baik pada dirinya maupun orang lain. Inilah buah dari ilmu yang menurut Az-Zarnuji akan dapat menghantarkan kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat kelak.
Oleh : Abdul Qohar
Bacalah sampai selesai baru setelah itu isilah komentar.
Kitab Ta’lim al-Muta’allim, merupakan sebuah kitab panduan pembelajaran (belajar dan mengajar) terutama bagi para murid, berisi muqaddimah dan mempunyai 13 fasl (bagian) Dalam muqaddimahnya, Az-Zarnuji mengatakan bahwa pada zamannya, banyak sekali para penuntut ilmu atau murid yang tekun belajar akan tetapi tidak mampu untuk memetik manfaat dari ilmu tersebut . Menurutnya hal ini terjadi karena peserta didik sudah meninggalkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap penuntut ilmu.
Adapun didalamnya terdapat beberapa konsep pendidikan yang sangat erat kaitannya dengan pendidikan sebagai transfer nilai dan bukan hanya merupakan transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan. Diantara konsep transfer nilai tersebut adalah sebagai berikut:
Akhlak Merupakan Sarana Utama Dalam Pendidikan
Menurut Az-Zarnuji pendidikan akhlak adalah menanamkan akhlak mulia serta manjauhkan dari akhlak yang tercela dan mengetahui gerak gerik hati yang dibutuhkan dalam setiap keadaan, ini wajib diketahui seperti tawakkal, al-inabah, taqwa, ridha, dan lain-lain. Akhlak adalah sifat-sifat manusia untuk bermu’amalah dengan orang lain.
Az-Zarnuji juga berpendapat bahwa ilmu itu memuliakan pemiliknya, karena ilmu adalah perantara kebaikan dan ketaqwaan untuk mengangkat derajat disamping penciptanya dan kebahagiaan yang abadi, ilmu sebagai perantara untuk mengetahui sifat-sifat manusia seperti: takabbur, tawadhu, lemah lembut, ‘iffah, isrof (berlebih-lebihan), bakhil (pelit), jubn (pengecut), maka dengan ilmu tersebut manusia akan bisa membedakan mana yang mulia dan mana yang tercela.
Kemudian belajar menurut Az-Zarnuji adalah bernilai ibadah, dan dapat mengantarkan seseorang untuk memperoleh kebahagiaan duniawi dan sejalan dengan konsep pemikiran para ahli pendidikan, yaitu menekankan bahwa proses belajar mengajar diharapkan mampu menghasilkan ilmu yang berupa kemampuan pada tiga ranah, yang mana menjadi tujuan pendidikan atau pembelajaran, baik ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dan ukhrawi menekankan agar belajar adalah proses untuk mendapatkan ilmu, hendaknya diniati untuk beribadah. Artinya, belajar sebagai manifestasi perwujudan rasa syukur manusia sebagai seorang hamba kepada Allah Swt. yang telah mengaruniakan kepada kita akal.
Lebih dari itu, hasil dari proses belajar mengajar yang berupa ilmu (kemampuan dalam tiga ranah tersebut), hendaknya dapat diamalkan manusia, karena buah ilmu adalah amal. Pengamalan serta permanfaatan ilmu hendaknya selalu dalam koridor keridhaan Allah Swt. yakni untuk mengembangkan serta melestarikan agama Islam dan menghilangkan kejahilan, baik pada dirinya maupun orang lain. Inilah buah dari ilmu yang menurut Az-Zarnuji akan dapat menghantarkan kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat kelak.
Sekian semoga bermanfaat
-----oOo-----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar