🕋MUTIARA TAKWA 🕋
Oleh JULAENI, S.Pd., M.Si.
MARHABAN YA RAMADHAN 9
(Bagaimana Menjalani Ramadhan)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Pembaca Mutiara Takwa yang dirahmati Allah,
Puasa itu dirancang untuk membuat kita lebih religius, sadar Tuhan dan disiplin. Sebuah badan survei, “Pew Research Center” yang mensurvey lebih dari 38.000 Muslim di seluruh dunia. Hasilnya terbaca bahwa mereka menunjukkan ketaatan yang meluas selama Ramadhan.
Di 39 negara dan wilayah yang disurvei, rata-rata 93% mengatakan mereka berpuasa selama bulan suci. Puasa adalah rukun kedua yang paling diperhatikan dari Lima Rukun, setelah iman kepada Tuhan dan Nabi Muhamamad Shallallahu ‘alaihi wasallam (median 97%).
Terlepas dari kenyataan bahwa lebih dari satu miliar Muslim berpuasa di bulan Ramadhan, berapa banyak yang menyadari bagaimana Muslim Awal (Salaf), mereka yang menjalankan Islam dengan cara terbaik, akan menjalankan bulan suci ini? Bagaimana mereka menghabiskan siang dan malam mereka dan apa yang akan berubah bagi mereka selama bulan suci ini.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ‘mensertifikasi’ tiga generasi pertama sebagai yang “terbaik”. Dia mengatakan dalam hadits shahih, yang ditransmisikan secara mutawatir, “Orang-orang terbaik adalah generasi saya, kemudian mereka yang datang setelah mereka, dan kemudian mereka yang datang setelah mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).
Seperti yang dijelaskan oleh Imam besar An-Nawawi, generasi pertama adalah para Sahabat, berikutnya adalah Para Pengikut (Tabi’in), dan terakhir adalah Generasi Kedua Para Pengikut (Tabi’ At-Tabi’in ). Dengan menyatakan bahwa mereka adalah yang terbaik, dia menunjukkan bahwa sebagai kolektif mereka mewujudkan pemahaman dan praktik Islam yang terbaik.
Oleh karena itu, jika seseorang ingin merasakan Ramadhan terbaik, dia harus belajar bagaimana orang-orang terbaik menjalaninya.
Ada 5 bidang utama sebagai sarana perubahan menuju [meniru] orang-orang terbaik selama Ramadhan. Yaitu, (1) Membaca Quran; (2) Sholat Malam; (3) Ber-Amal Sholih; (4) Tidak makan berlebihan; dan (5) Menjaga Lidah.
Kurang dipahami banyak orang, kata yang diasosiasikan dengan Ramadhan dalam Al-Quran bukanlah Puasa, melainkan Al-Quran. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ
Artinya:
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu (QS. Al-Baqarah, ayat 185).
Kedua, Sholat Malam. Tidak ada yang lebih dicintai Allah Subhanahu wata’ala selain melakukan ibadah wajib seperti shalat lima waktu. Siapa pun yang dapat menjaga shalat-shalat itu sambil juga mengerjakan shalat-shalat pilihan seperti Tarawih dan Qiyam (sholat malam) harus bercita-cita menjadi seperti Muslim Awal dalam hal ini.
Ketiga, beramal sholih. Ibn ‘Abbas dengan indah menggambarkan kemurahan hati Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika dia berkata, “Dia adalah orang yang paling dermawan - - dan ketika Ramadhan tiba dia akan menjadi lebih dermawan sehingga dia menjadi seperti angin yang bertiup” (HR. Al-Bukhari).
Keempat, tidak makan berlebihan. Salah satu tip utama Imam Al-Ghazali untuk bangun untuk sholat malam, adalah tidak makan berlebihan sebelum tidur. Dalam hal ini kita menemukan Muslim awal akan makan sangat sedikit di Iftar.
Kelima, menjaga lidah. Puasa telah diatur untuk tujuan yang lebih tinggi, itu dirancang untuk membuat kita lebih religius, Sadar Tuhan dan disiplin. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang tidak menghentikan ucapan dan perbuatan yang tidak benar, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makanan dan minuman” (HR. Al-Bukhari).
Semoga MT yang kita baca ini menjadi pengingat dan penambah iman, dan kalau sekiranya bermanfaat bagi yang lain, mari kita share kultum ini kepada sanak saudara dan handai taulan serta sahabat semuanya, semoga menjadi jariyah kita semua, aamiin.
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
---ooجولاينيoo---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar