🕋MUTIARA TAKWA 🕋
Oleh JULAENI, S.Pd., M.Si.
MARHABAN YA RAMADHAN 7
(Geladi Sebelum Ramadhan)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Pembaca Mutiara Takwa yang dirahmati Allah,
Demi tercapainya puasa Ramadhan yang sempurna, mungkin kita perlu semacam persiapan dalam menjemputnya. Di antara persiapan itu adalah berpuasa di bulan sya’ban, yang mungkin diibaratkan sebagai “geladi” sebelum pelaksanaan Ramadhan agar dalam pelaksanaannya dapat lebih sempurna dan maksimal.
Salah satu bentuk persiapan itu adalah mulai menghitung hari dan melihat hilal pada malam ke-29 atau malam ke-30 di bulan Sya’ban. Hal demikian, tentu merupakan satu diantara perwujudan kesungguhan seseorang dalam menyambut Ramadhan. Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata,
تَرَاءَى النَّاسُ الْهِلاَلَ فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنِّى رَأَيْتُهُ فَصَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ
Artinya:
Orang-orang bersungguh-sungguh mengamati munculnya hilal bulan Ramadhan. (Ketika telah melihatnya), saya pun mengabari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa saya telah melihatnya. Mengetahui hal itu, beliaupun berpuasa dan memerintahkan manusia untuk memulai puasanya (HR. Abu Daud).
Dan di antara bentuk kegembiraan menyambut bulan Ramadhan yaitu dengan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman akan kedatangannya. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah (ﷺ) ketika Ramadhan telah datang, maka beliau berkata kepada para sahabatnya,
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Artinya:
Ramadhan telah datang menghampirimu. Allah Subhanahu wata’ala mewajibkan kalian berpuasa di bulan itu. Pintu-pintu langit akan dibuka ketika itu, pintu-pintu neraka akan ditutup, dan para pembesar syaithan akan dibelenggu. Di bulan itu, terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan kebaikannya, sungguh ia telah diharamkan [dari kebaikan yang melimpah] (HR an-Nasaa’i).
Sungguh, demikianlah para salaf dalam menyambut Ramadhan. Betapa tidak, kembali berjumpa dengan Ramadhan adalah sebuah nikmat dan keutamaan yang tidak akan diraih oleh mereka yang tidak lagi berkesempatan menjumpainya. (جولايني)
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar