🕋 MUTIARA RAMADHAN 🕋
Oleh: JULAENI, S.Pd., M.Si.
Sungguh Celaka yang Tak Diampuni di Bulan Ramadhan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Pembaca Mutiara Takwa yang dirahmati Allah,
Berbagai kutipan dalam media cetak maupun tulis telah menyampaikan bahwa betapa celaka orang yang tak diampuni di bulan Ramadhan. Salah satu alasannya adalah sangat banyak amalan di bulan Ramadhan yang bisa menghapuskan dosa. Jadi, kaum Muslimin seharusnya berusaha sekuat tenaga untuk mendapat rahmat Allah SWT yang berupa “diampuni dosa dosanya di bulan Ramadhan” ini.
Puasa Ramadhan itu sendiri menghapuskan dosa, sholat malam di bulan Ramadhan menghapuskan dosa, sedekah menghapuskan dosa, sholat pada malam lailatul qadar menghapuskan dosa. Bahkan zakat fitrah pun untuk menyucikan orang yang berpuasa. Nabi SAW bersabda,
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
Artinya:
Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (HR. Ahmad).
Di dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahkan di dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
Barang siapa melaksanakan sholat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat (HR. Muslim).
Masih berhubungan dengan dihapuskannya dosa-dosa, Rasulullah SAW juga bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
Barang siapa menghidupkan (beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat (HR. Muttafaqun Alaih).
Di dalam berbagai ayat maupun hadits tadi, maghfiroh ini adalah salah satu bentuk rahmat Allah SWT yang menyelamatkan kta dari neraka. Dengan kata lain, maghfiroh itu haruslah kita peroleh selama Ramadhan kita jalani. Maka sungguh benar sabda Rasulullah SAW di atas, bahwa “Sungguh celaka seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni”. Allahu a’lam.
Semoga Allah menerima puasa Ramadhan kita semua, dan kalau sekiranya kultum ini bermanfaat bagi yang lain, mari kita share kultum ini kepada sanak saudara dan handai taulan serta sahabat semuanya, semoga menjadi jariyah kita semua, aamiin.
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
---جولايني---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar